Friday, October 16, 2015

KISAH SUKSES Adalia Bipunctata SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI

oleh: Azizah Akbar 


 Latar Belakang
Aphid merupakan hama yang banyak menyerang tanaman di perkebunan, seperti kapas, peach, tembakau, kentang dan lain-lain. Aphid dapat merusak tanaman dengan beberapa cara yaitu dengan menyerap nutrisi dari tanaman, yang berdampak pada pertumbuhan tanaman. Selain itu, kelebihan gula akan diabsorpsi dan disekresikan sebagai honeydew, dapat mentransmisikan virus serta membawa senyawa toksik di tanaman (Biobest, 2010). Aphid merupakan organisme parthenogenik dan beberapa diantaranya polyphenik yang menunjukkan perubahan fakultatif pada karakteristik masa hidupnya.
Adalia bipunctata merupakan kumbang predator yang diketahui sebagai pemangsa Aphid. A. bipunctata dapat mengurangi pertumbuhan koloni Aphid dengan cepat terutama saat koloni yang terbentuk sangat besar dan banyak tersedia makanan. A. bipunctata merupakan predator yang baik di saat dewasa maupun dalam fase larva, dan akan memakan berbagai insekta kecil, tidak hanya Aphid. A. bipunctata memangsa Aphid dalam jumlah banyak dan menghancurkan koloni Aphid yang cukup besar. Jika ketersediaan makanan tidak ada, maka A. bipunctata akan memangsa jenisnya sendiri (kanibal), di mana A. bipunctata dewasa akan memakan telur sedangkan larva A. bipunctata akan memakan telur dan larva yang lain (Entomart, 2010).
A. bipunctata dapat digunakan sebagai agen biokontrol untuk mengurangi populasi peledakan hama Aphid pada suatu area. Umumnya, penggunaan A. bipunctata sebagai biokontrol dikaitkan dengan predator dari Aphid yang lain seperti Aphidoletes aphidimyza atau dengan Aphid parasitoid, seperti Aphidius colemani, Aphidius ervi, atau Aphelinus abdominalis. Keberadaan A. bipunctata dan predator Aphid yang lain akan memangsa banyak jenis Aphid sehingga populasi dari Aphid dapat terkontrol jumlahnya ke titik yang tidak merugikan.

Rumusan Masalah
- Bagaimana predasi Adalia bipunctata terhadap Aphid?
Bagaimana cara pengendalian hayati Adalia bipunctata terhadap Aphid sebagai agen biokontrol?

Tujuan
-  Mengetahui predasi Adalia bipunctata terhadap Aphid.
Mengetahui cara pengendalian hayati Aphid dengan menggunakan Adalia bipunctata sebagai organisme pengendalinya (agen biokontrol).

Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini adalah memberikan suatu informasi tentang pengendalian hayati hama Aphid, sehingga dapat mengurangi penggunaan pestisida, serta membuat peneliti lain berfikir untuk mencari cara pengendalian hayati hama lain


 Pembahasan

1. Adalia bipunctata
Adalia bipunctata adalah sejenis serangga yang termasuk dalam Famili Coccinellidae dan  ordo Coleoptera. Serangga ini berbentuk oval dan warna yang menarik dengan bercak-bercak hitam di tubuh, dilengkapi antena dan kaki kaki yang kecil. Panjang dewasa adalah 4-5 mm, kepala dan rongga dada berwarna hitam dengan garis kuning. Bagian bawah tubuh berwarna hitam hingga merah kecoklatan, sedangkan bagian elytra (penutup sayap) berwarna jingga dengan satu bintik putih (Marshall 2000, Milne & Milne 2000).

Gambar 1. Adalia bipunctata (Entomart, 2010).

Larva dari A. bipunctata sangat berbeda dengan penampakan saat dewasa, saat fase larva memiliki ciri tubuh memanjang yang meruncing dari depan ke belakang, tiga pasang prominent, kaki berwarna gelap yang muncul dari bagian depan tubuh ketiga. Biasanya larva ini berwarna abu-abu dengan titik-titik (spot) gelap dan beberapa jingga. Bentuk larva ini menjadi ciri khas dari larva kelompok kumbang Coccinellidae.
A. bipunctata setelah mencapai tahap dewasa dapat menghasilkan telur sebanyak 20 sampai 50 telur dalam sehari. A. bipunctata memiliki bentuk telur memanjang dan berwarna kekuning-kuningan. Waktu penetasan tergantung pada iklim, tetapi biasanya waktu yang diperlukan hingga telur menetas  sekitar 4 sampai 8 hari. Setelah  melaui tahap penetasan, larva dengan seketika akan mencari mangsa sebagai makanannya. Kelangsungan hidup larva ini kemungkinan sangat tergantung pada ketersediaan makanan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan siklus hidupnya sekitar 20 hari pada suhu sekitar 20 ° C.
Siklus hidup A. bipunctata atau kumbang kepik diawali dari kepik betina yang menghasilkan telur yang akan menetas dalam waktu 3 sampai dengan 10 hari tergantung dengan keadaan cuaca. Betina meletakkan telurnya yang berwarna kuning di bawah atau lokasi lain yang dekat dengan sumber makanan untuk larvanya. Larva kepik akan hidup selama kurang lebih satu bulan untuk menjadi pupa. Pupa berwarna hitam dengan bintik-bintik kuning dan ditemukan menggantung dari permukaan daun. Tahap pupa akan berlangsung selama 15 hari sebelum menjadi kepik. Kepik dewasa dapat hidup mencapai satu tahun lamanya (Countrybrookfarms, 2010).
Gambar 2. Siklus hidup kepik (Countrybrookfarms, 2010).

Pada awalnya tanaman terkontaminasi spesies Adalia bipunctata dan menghasilkan telur-telur yang menempel pada tanaman. Setelah beberapa hari, telur tersebut menetas dan menghasilkan larva kecil, larva ini juga cepat untuk mencari makan. Setelah makanan terpenuhi larva tersebut menuju ke permukaan daun untuk membentuk kepompong. Selama tahap ini larva tidak makan, jaringan larva mengalami reorganisasi yaitu untuk membentuk kumbang dewasa, proses seperti ini biasa disebut dengan metamorphosis.
Menurut University of Michigan Museum of Zoology (2008), klasifikasi Adalia bipunctata adalah sebagai berikut
Kingdom           : Animalia
Phylum              : Arthropoda
Class                  : Insecta
Order                 : Coleoptera
Suborder            : Polyphaga
Family                : Coccinellidae
Genus                : Adalia
Species               : Adalia bipunctata

Selama musim dingin, A. bipunctata berlindung di bawah batang, daun, dan kulit kayu untuk melakukan hibernasi. A. bipunctata tidak menganggu dan akan pergi setelah musim panas tiba. Hal yang tidak boleh dilakukan adalah mengganggu koloni A. bipunctata karena akan menyebabkan stres pada hewan ini sehingga memicunya mengeluarkan cairan dalam tubuh yang memiliki bau tidak enak dan meninggalkan noda pada dinding rumah. A. bipunctata dikenal sebagai predator bagi serangga kecil pada tumbuhan (umumnya pada tanaman pertanian) seperti Aphid atau kutu putih. Selain itu, hewan ini juga memakan telur-telur serangga dan serangga berbadan halus. A. bipunctata dapat dijadikan sebagai agen pengontrol bagi populasi Aphid yang menyerang lahan pertanian.

Adalia bipunctata sebagai agen pengendalian hayati
Musuh alami merupakan salah satu komponen dalam pengendalian hama terpadu (PHT), sehingga penelitian pemanfaatan musuh alami (predator, parasitoid dan patogen) sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengendalian hama tanaman yang berwawasan lingkungan. Penggunaan predator sebagai agen hayati pengendalian hama tanaman memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan cara pengendalian lainnya karena aman, permanen dan ekonomis. Keamanan dari pemanfaatan predator merupakan faktor penting, sebab banyak musuh alami bersifat spesifik (khusus) terhadap mangsa tertentu. Oleh sebab itu, tidak mungkin spesies bukan sasaran akan dimangsa oleh predator, seperti pada penggunaan pestisida yang berskala luas. Spesies A. bipunctata biasa digunakan sebagai agen pengendali hayati hama lokal yaitu Aphid.
Adalia bipunctata secara luas telah digunakan sebagai agen biologi untuk melawan Aphid sehingga dapat memberikan perlindungan pada sayur-sayuran, strawberry, dan beberapa tanaman pokok (crops) di suatu area pertanian. Baik bentuk larva atau dewasa dari A.bipunctata dapat digunakan di lapangan. Spesies ini sangat efektif untuk melawan beberapa macam kelompok entomophages (sistem kompleks) seperti, Aphidoletes aphidimyza, Aphidius colemani, Aphidius ervi atau Aphelinus abdominalis. Pengaplikasian atau penerapan A.bipunctata ini pada sistem yang komlpleks tersebut didasarkan pada karakteristik biologi A.bipunctata. Spesies ini memiliki karakteristik secara intensif memangsa makanannya (Aphid) tetapi ketika koloni Aphid (hama) menjadi kecil maka spesies ini akan mencari koloni yang lain. Dengan demikian, hal ini memungkinkan bahwa jumlah hama yang tersisa akan sangat kecil dan pembaruan (renewing) populasi hama dapat terjadi. Pelepasan entomophage bergantung pada densitas populasi dari hama yaitu harus memenuhi sekitar 10-150 individu per 1m2. Hal ini merupakan rekomendasi untuk melepaskan predator pada tempat dengan jumlah hama terbanyak di pagi atau malam hari (saat waktu dingin). Jika diperlukan, penambahan pelepasan agen biologi lain dapat dilakukan.
Larva Adalia bipunctata mengandung racun alkaloid untuk melindungi diri dari predator, seperti burung. Larva Adalia bipunctata aktif pada siang hari, cenderung fototaksis positif dan geotaksis negatif. Hal ini akan mendukung Adalia bipunctata ke pucuk tanaman untuk memangsa aphid yang banyak beredar di daerah tersebut. Jika larva kehilangan kontak dengan mangsa, larva tampak lebih intens mulai mengejar daripada mulai mencari mangsa yang lain. Ada perkiraan bahwa telur dari Adalia bipunctata mengandung allomone yang melindunginya dari predator  interspesifik dibandingkan dengan telur dari kumbang jenis lainnya. Adalia bipunctata mempertahankan dirinya dengan alkaloid yang pahit dan penguapan pyrazine serta quinolenes. Secara berturut-turtu ditemukan bahwa alkaloid coccinelline dan adaline terdapat pada A. bipunctata, diperkirakan bahwa senyawa tersebut dapat membantu kumbang buas dalam memangsa organismo pengganggu yang ada pada tanaman Coccinellidae. Hal tersebut karena senyawa tersebut bersifat toksik bagi kumbang buas jenis lain maupun bagi hama pengganggu seperti aphid. Penggunaan A. bipunctata sebagai agen pengendali hayati akan lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan senyawa kimia buatan yang juga mengandung alkaloid. Karena dengan menggunakan senyawa buatan, dapat merugikan atau dapat mengakibatkan efek samping tambahan yang akan menimbulkan kerugian dalam jangka panjang.
Aphidophagus ladybird beetles atau A. bipuncatata yang mencari tempat oviposisi harus bergerak diantara kelompok Aphid yang ada, mengevaluasi kualitas kelompok Aphid tersebut dan menentukan apakah akan memakannya atau meletakkan telurnya. Kualitas kelompok Aphid sangat penting karena hal ini menentukan probabilitas kemampuan bertahan hidup keturunannya (Kindlmann dan Dixon, 1993). Ladybird harus menghindari oviposisi di kelompok Aphid yang telah diekploitasi oleh conspecific larvae. Peletakan telur pada kelompok yng seperti ini akan meningkatkan resiko kanibalisme (Mills, 1982 dalam Frechette, Alauzet, dan Hemptinne, 2002), yang merupakan faktor mortalitas penting dalam populasi alami beberapa spesies ladybird  beetles(Osawa, 1989; Hironori dan Katsuhiro, 1997 dalam Frechette, Alauzet, dan Hemptinne, 2002). Banyak penelitian yang mengindikasikan bahwa telur ladybird sering diletakkan dekat koloni Aphid pada fase perkembangan awal (Banks, 1885; Hemptinne, dkk, 1992 dalam Frechette, Alauzet, dan Hemptinne, 2002). Saat larva ladybirds dan koloni Aphid memiliki waktu perkembangan yang hampir sama, suatu teori menyebutkan bahwa ladybird harus meletakkan telur dalam jumlah yang terbatas pada awal perkembangan koloni Aphid. Jika telur diletakkan sesudah perkembangan koloni Aphid kemungkinan maka koloni ini akan menyebar dan hilang sebelum larva ladybird menyelesaikan perkembangannya. Dengan keadaan tidak ada makanan ini maka resiko terjadinya kanibalisme akan meningkat (Agarwala dan Dixon, 1992).
Adalia bipunctata adalah termasuk spesies lokal yang dapat ditemukan secara alami di wilayah Eropa. Spesies ini memiliki wilayah biotope yang luas dan dapat memakan beberapa spesies Aphid yang berbeda. Kondisi yang paling sesuai untuk spesies ini adalah iklim yang cerah, dan lahan yang relatif kering dengan vegetasi yang tidak terlalu lebat. A. bipunctata merupakan spesies pengunjung tetap tanaman kebun, ladang dan kebun bunga. A. bipunctata dapat digunakan sebagai agen kontrol biologi pada ladang, kebun (mawar, semak, tanaman tahunan, kebun anggur). Untuk keperluan pengendalian hayati (biological control), biasanya A. bipunctata akan dikemas dalam bentuk paket. A. bipunctata yang dipaket telah memasuki fase larva, dan biasanya dalam satu paket terdiri atas 100 sampai 250 larva tergantung kebutuhan (Entomart, 2010).
Salah satu cara dalam  melakukan introduksi  A. bipunctata ke dalam suatu area yang terserang Aphid, menurut Entomart tahun 2010, adalah sebagai berikut:
1.      Introduksikan larva adalia pada bagian tengah atau pusat dari tempat populasi Aphids
2.      Introduksi baik dilakukan segera setelah larva adalia didapatkan, namun larva  A. bipunctata dapat juga disimpan 1-2 hari dalam refrigerator bersuhu 8-10˚C
3.      Gantungkan biobox (kotak) di bagian tengah atau pusat populasi Aphid dan pembagian larva dilakukan secara homogen.
4.      Banyaknya larva yang dibutuhkan sesuai dengan tanaman yang terinfeksi dan ditumbuhkan atau dikembangkan melalui kultur. Amati dan  tambahkan larva  A. bipunctata setiap minggu sesuai dengan kebutuhan. Masukkan sebagai contoh sebanyak 3 hingga 5 larva pada semak-semak bunga mawar yang terinfeksi pada bagian bawah tanaman untuk permulaan, sedangkan untuk pohon buah yang muda dilakukan introduksi sebanyak 10 larva.


Kesimpulan
Adalia bipunctata merupakan salah satu spesies golongan serangga Famili Coccilinidae, Ordo Coleoptera. Serangga ini termasuk ke dalam jenis serangga kumbang atau kepik dan sering ditemukan pada berbagai tanaman. A. bipunctata merupakan predator dari jenis serangga lain yaitu Aphid. Aphid sendiri merupakan salah satu organisme pengganggu atau hama pada berbagai tanaman seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Keberadaan A. bipunctata sebagai predator dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati dari hama Aphid ini. Populasi Aphid yang terlalu banyak dan merugikan dapat dikontrol dengan melakukan penyebaran (introduksi) A. bipunctata pada suatu area yang terserang. Larva dari  A. bipunctata akan mampu untuk memangsa Aphid sebagai makanannya sehingga populasi Aphid akan menurun sampai ke titik yang tidak merugikan. Namun, introduksi A. bipunctata ke dalam suatu area yang terserang Aphid harus mengetahui jumlah hama Aphid yang menyerang sehingga dapat diseimbangkan dengan jumlah  A. bipunctata yang diaplikasikan. Hal ini bertujuan agar terjadi keseimbangan ekosistem, karena jika terlalu banyak A. bipunctata yang diaplikasikan memungkinkan terjadi kanibalisme pada populasi  A. bipunctata tersebut.

Daftar Pustaka

Agarwala, B.K. dan A.F.G. Dixon. 1992. Laboratory study of cannibalism and interspecific predation  in ladybirds. Ecological Entomology 17: 303-309.
Biobest. 2010. Aphids. http://www.biobest.be/v1/en/plagen/bladluis.htm#. Tanggal akses 23 September 2010
Countrybrookfarms. 2010. Adalia bipunctata. http://www.countrybrookfarms.com/ Beneficial_Insects.html. Tanggal akses 22 September 2010.
Entomart. 2010. Adalia bipunctata. http://www.entomart.be/nouveaux.html. Tanggal akses 22 September 2010.
Frechette, B., C. Alauzet, dan J.L. Hemptinne. 2002. Oviposition Behaviour of The Two-Spot Ladybird Beetle Adalia bipunctata (L) (Coleoptera: Coccinellidae) on Plants with Conspecific larval Tracks. 8th International Symposium on Ecology of Aphidophaga University of the Azores, Ponta Delgada, 1-6 September 2002.
Kindlmann,  P.  dan  A.F.G.  Dixon.  1993. Optimal foraging  in ladybird beetles (Coleoptera: Coccinellidae) and its consequences for their use in biological control.  European Journal of Entomology 90: 443-450.
Marshall, S. 2000. Lady Beetles of Ontario. http://www.uoguelph.ca/~samarsha/lady-beetles.htm. Tanggal akses 22 September 2010.
Milne, L., M. Milne. 1980. Field Guide to North American Insects and Spiders. New York: Knopf.
University of Michigan Museum of Zoology. 2008. http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/ accounts/information/Adalia_bipunctata.html. Tanggal akses 22 September 2010.








No comments:

Post a Comment