oleh: Azizah Akbar
Latar Belakang
Aphid merupakan hama yang banyak
menyerang tanaman di perkebunan, seperti kapas, peach, tembakau, kentang dan lain-lain. Aphid dapat merusak tanaman
dengan beberapa cara yaitu dengan menyerap nutrisi dari tanaman, yang berdampak
pada pertumbuhan tanaman. Selain itu, kelebihan gula akan diabsorpsi dan
disekresikan sebagai honeydew, dapat
mentransmisikan virus serta membawa senyawa toksik di tanaman (Biobest, 2010).
Aphid merupakan organisme parthenogenik dan beberapa diantaranya polyphenik
yang menunjukkan perubahan fakultatif pada karakteristik masa hidupnya.
Adalia bipunctata merupakan kumbang predator yang
diketahui sebagai pemangsa Aphid. A.
bipunctata dapat mengurangi pertumbuhan koloni Aphid dengan cepat terutama
saat koloni yang terbentuk sangat besar dan banyak tersedia makanan. A. bipunctata merupakan predator yang baik
di saat dewasa maupun dalam fase larva, dan akan memakan berbagai insekta
kecil, tidak hanya Aphid. A. bipunctata
memangsa Aphid dalam jumlah banyak dan menghancurkan koloni Aphid yang cukup
besar. Jika ketersediaan makanan tidak ada, maka A. bipunctata akan memangsa jenisnya sendiri (kanibal), di mana A. bipunctata dewasa akan memakan telur sedangkan
larva A. bipunctata akan memakan
telur dan larva yang lain (Entomart, 2010).
A. bipunctata dapat digunakan sebagai agen biokontrol
untuk mengurangi populasi peledakan hama Aphid pada suatu area. Umumnya,
penggunaan A. bipunctata sebagai
biokontrol dikaitkan dengan predator dari Aphid yang lain seperti Aphidoletes aphidimyza atau dengan Aphid
parasitoid, seperti Aphidius colemani,
Aphidius ervi, atau Aphelinus abdominalis. Keberadaan A. bipunctata dan predator Aphid yang
lain akan memangsa banyak jenis Aphid
sehingga populasi dari Aphid dapat terkontrol jumlahnya ke titik yang tidak
merugikan.
Rumusan Masalah
- Bagaimana predasi Adalia bipunctata terhadap Aphid?
- Bagaimana cara pengendalian hayati Adalia bipunctata terhadap Aphid sebagai
agen biokontrol?
Tujuan
- Mengetahui predasi Adalia bipunctata terhadap Aphid.
- Mengetahui cara pengendalian hayati Aphid
dengan menggunakan Adalia bipunctata sebagai
organisme pengendalinya (agen biokontrol).
Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini adalah
memberikan suatu informasi tentang pengendalian hayati hama Aphid, sehingga
dapat mengurangi penggunaan pestisida, serta membuat peneliti lain berfikir
untuk mencari cara pengendalian hayati hama lain
Pembahasan
1. Adalia bipunctata
Adalia bipunctata adalah sejenis serangga yang termasuk dalam Famili
Coccinellidae dan ordo Coleoptera.
Serangga ini berbentuk oval dan warna yang menarik dengan bercak-bercak hitam
di tubuh, dilengkapi antena dan kaki kaki yang kecil. Panjang dewasa adalah 4-5
mm, kepala dan rongga dada berwarna hitam dengan garis kuning. Bagian bawah
tubuh berwarna hitam hingga merah kecoklatan, sedangkan bagian elytra (penutup sayap) berwarna jingga
dengan satu bintik putih (Marshall 2000, Milne & Milne 2000).
Gambar 1. Adalia bipunctata (Entomart, 2010).
Larva dari A.
bipunctata sangat berbeda dengan penampakan saat dewasa, saat fase larva
memiliki ciri tubuh memanjang yang meruncing dari depan ke belakang, tiga
pasang prominent, kaki berwarna gelap
yang muncul dari bagian depan tubuh ketiga. Biasanya larva ini berwarna abu-abu
dengan titik-titik (spot) gelap dan
beberapa jingga. Bentuk larva ini menjadi ciri khas dari larva kelompok kumbang
Coccinellidae.
A. bipunctata setelah mencapai tahap
dewasa dapat menghasilkan telur sebanyak 20 sampai 50 telur dalam sehari. A. bipunctata memiliki bentuk telur memanjang dan berwarna
kekuning-kuningan. Waktu penetasan tergantung
pada iklim, tetapi biasanya waktu yang diperlukan hingga telur menetas sekitar 4 sampai 8 hari. Setelah melaui tahap penetasan, larva dengan seketika
akan mencari mangsa sebagai makanannya. Kelangsungan hidup larva ini kemungkinan
sangat tergantung pada ketersediaan makanan. Waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan siklus hidupnya sekitar 20 hari pada suhu sekitar 20 ° C.
Gambar 2. Siklus hidup kepik (Countrybrookfarms, 2010).
Pada awalnya tanaman terkontaminasi spesies Adalia bipunctata dan menghasilkan
telur-telur yang menempel pada tanaman. Setelah beberapa hari, telur tersebut
menetas dan menghasilkan larva kecil, larva ini juga cepat untuk mencari makan.
Setelah makanan terpenuhi larva tersebut menuju ke permukaan daun untuk
membentuk kepompong. Selama tahap ini larva tidak makan, jaringan larva
mengalami reorganisasi yaitu untuk membentuk kumbang dewasa, proses seperti ini
biasa disebut dengan metamorphosis.
Menurut
University of Michigan Museum of Zoology (2008), klasifikasi Adalia bipunctata adalah sebagai berikut
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Coleoptera
Suborder : Polyphaga
Family : Coccinellidae
Genus : Adalia
Species : Adalia
bipunctata
Selama musim dingin, A.
bipunctata berlindung di bawah batang, daun, dan kulit kayu untuk melakukan
hibernasi. A. bipunctata tidak
menganggu dan akan pergi setelah musim panas tiba. Hal yang tidak boleh
dilakukan adalah mengganggu koloni A.
bipunctata karena akan menyebabkan stres pada hewan ini sehingga memicunya
mengeluarkan cairan dalam tubuh yang memiliki bau tidak enak dan meninggalkan
noda pada dinding rumah. A. bipunctata dikenal sebagai predator bagi serangga kecil pada
tumbuhan (umumnya pada tanaman pertanian) seperti Aphid atau kutu putih. Selain itu, hewan
ini juga memakan
telur-telur serangga dan serangga berbadan halus. A. bipunctata dapat dijadikan sebagai agen pengontrol bagi populasi Aphid yang menyerang lahan
pertanian.
Adalia bipunctata
sebagai agen pengendalian hayati
Musuh alami merupakan salah satu komponen dalam
pengendalian hama terpadu (PHT), sehingga penelitian pemanfaatan musuh alami
(predator, parasitoid dan patogen) sangat penting untuk mendukung keberhasilan
pengendalian hama tanaman yang berwawasan lingkungan. Penggunaan predator
sebagai agen hayati pengendalian hama tanaman memiliki beberapa keuntungan
dibandingkan dengan cara pengendalian lainnya karena aman, permanen dan
ekonomis. Keamanan dari pemanfaatan predator merupakan faktor penting, sebab
banyak musuh alami bersifat spesifik (khusus) terhadap mangsa tertentu. Oleh
sebab itu, tidak mungkin spesies bukan sasaran
akan dimangsa oleh predator, seperti pada penggunaan pestisida yang berskala luas. Spesies A. bipunctata biasa digunakan sebagai agen pengendali hayati hama
lokal yaitu Aphid.
Adalia bipunctata secara luas telah
digunakan sebagai agen biologi untuk melawan Aphid sehingga dapat memberikan
perlindungan pada sayur-sayuran, strawberry,
dan beberapa tanaman pokok (crops) di
suatu area pertanian. Baik bentuk larva atau dewasa dari A.bipunctata dapat digunakan di lapangan. Spesies ini sangat efektif untuk melawan
beberapa macam kelompok entomophages (sistem
kompleks) seperti, Aphidoletes aphidimyza, Aphidius colemani, Aphidius ervi atau Aphelinus abdominalis. Pengaplikasian atau penerapan A.bipunctata ini pada sistem yang komlpleks tersebut didasarkan pada karakteristik
biologi A.bipunctata. Spesies ini memiliki
karakteristik secara intensif memangsa makanannya (Aphid) tetapi ketika koloni
Aphid (hama) menjadi kecil maka spesies ini akan mencari koloni yang lain. Dengan demikian, hal ini memungkinkan
bahwa jumlah hama yang tersisa akan sangat kecil dan pembaruan (renewing) populasi hama dapat terjadi.
Pelepasan entomophage bergantung pada
densitas populasi dari hama yaitu harus memenuhi sekitar 10-150 individu per 1m2.
Hal ini merupakan rekomendasi untuk melepaskan predator pada tempat dengan
jumlah hama terbanyak di pagi atau malam hari (saat waktu dingin). Jika
diperlukan, penambahan pelepasan agen biologi lain dapat dilakukan.
Larva
Adalia bipunctata mengandung racun alkaloid untuk melindungi diri dari
predator, seperti burung. Larva Adalia bipunctata aktif pada siang
hari, cenderung fototaksis positif dan geotaksis negatif. Hal ini akan
mendukung Adalia bipunctata ke pucuk tanaman untuk memangsa aphid yang
banyak beredar di daerah tersebut. Jika larva kehilangan kontak dengan mangsa,
larva tampak lebih intens mulai mengejar daripada mulai mencari mangsa yang
lain. Ada perkiraan bahwa telur dari Adalia
bipunctata mengandung allomone yang melindunginya dari predator interspesifik dibandingkan dengan telur dari
kumbang jenis lainnya. Adalia bipunctata
mempertahankan dirinya dengan alkaloid yang pahit dan penguapan pyrazine serta
quinolenes. Secara berturut-turtu ditemukan bahwa alkaloid coccinelline dan
adaline terdapat pada A. bipunctata,
diperkirakan bahwa senyawa tersebut dapat membantu kumbang buas dalam memangsa
organismo pengganggu yang ada pada tanaman Coccinellidae. Hal tersebut karena
senyawa tersebut bersifat toksik bagi kumbang buas jenis lain maupun bagi hama
pengganggu seperti aphid. Penggunaan
A. bipunctata sebagai agen pengendali
hayati akan lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan senyawa kimia buatan
yang juga mengandung alkaloid. Karena dengan menggunakan senyawa buatan, dapat
merugikan atau dapat mengakibatkan efek samping tambahan yang akan
menimbulkan kerugian dalam jangka panjang.
Aphidophagus
ladybird beetles atau A.
bipuncatata yang mencari tempat oviposisi harus
bergerak diantara kelompok Aphid yang ada, mengevaluasi kualitas kelompok Aphid tersebut dan menentukan
apakah akan memakannya atau meletakkan telurnya. Kualitas kelompok
Aphid sangat penting
karena hal ini menentukan probabilitas kemampuan
bertahan hidup keturunannya (Kindlmann dan Dixon, 1993). Ladybird harus menghindari oviposisi di kelompok Aphid yang telah
diekploitasi oleh conspecific larvae. Peletakan telur pada kelompok yng seperti ini akan meningkatkan
resiko kanibalisme (Mills, 1982 dalam Frechette,
Alauzet, dan Hemptinne, 2002), yang merupakan faktor mortalitas penting dalam populasi
alami beberapa spesies ladybird beetles(Osawa, 1989; Hironori dan Katsuhiro, 1997 dalam Frechette, Alauzet, dan Hemptinne, 2002). Banyak
penelitian yang mengindikasikan bahwa telur ladybird
sering diletakkan dekat koloni Aphid pada fase
perkembangan awal (Banks, 1885; Hemptinne, dkk, 1992 dalam Frechette, Alauzet, dan Hemptinne, 2002). Saat larva ladybirds dan koloni Aphid memiliki waktu
perkembangan yang hampir sama, suatu teori menyebutkan bahwa ladybird harus
meletakkan telur dalam jumlah yang terbatas pada awal perkembangan koloni Aphid. Jika telur
diletakkan sesudah perkembangan koloni Aphid kemungkinan maka koloni ini akan menyebar dan hilang sebelum larva ladybird menyelesaikan
perkembangannya. Dengan keadaan tidak ada makanan ini maka resiko terjadinya kanibalisme akan meningkat (Agarwala dan Dixon,
1992).
Adalia
bipunctata
adalah termasuk spesies lokal yang dapat ditemukan secara alami di wilayah
Eropa. Spesies ini memiliki wilayah biotope
yang luas dan dapat memakan beberapa spesies Aphid yang berbeda. Kondisi yang
paling sesuai untuk spesies ini adalah iklim yang cerah, dan lahan yang relatif
kering dengan vegetasi yang tidak terlalu lebat. A. bipunctata merupakan spesies pengunjung tetap tanaman kebun,
ladang dan kebun bunga. A. bipunctata
dapat digunakan sebagai agen kontrol biologi pada ladang, kebun (mawar, semak,
tanaman tahunan, kebun anggur). Untuk keperluan pengendalian hayati (biological control), biasanya A. bipunctata akan dikemas dalam bentuk
paket. A. bipunctata yang dipaket
telah memasuki fase larva, dan biasanya dalam satu paket terdiri atas 100
sampai 250 larva tergantung kebutuhan (Entomart, 2010).
Salah satu cara dalam
melakukan introduksi A. bipunctata ke dalam suatu area yang
terserang Aphid, menurut Entomart tahun 2010, adalah sebagai berikut:
1.
Introduksikan larva adalia pada bagian
tengah atau pusat dari tempat populasi Aphids
2.
Introduksi baik dilakukan segera setelah
larva adalia didapatkan, namun larva A. bipunctata dapat juga disimpan 1-2
hari dalam refrigerator bersuhu 8-10˚C
3.
Gantungkan biobox (kotak) di bagian
tengah atau pusat populasi Aphid dan pembagian larva dilakukan secara homogen.
4.
Banyaknya larva yang dibutuhkan sesuai
dengan tanaman yang terinfeksi dan ditumbuhkan atau dikembangkan melalui
kultur. Amati dan tambahkan larva A.
bipunctata setiap minggu sesuai dengan kebutuhan. Masukkan sebagai contoh
sebanyak 3 hingga 5 larva pada semak-semak bunga mawar yang terinfeksi pada
bagian bawah tanaman untuk permulaan, sedangkan untuk pohon buah yang muda
dilakukan introduksi sebanyak 10 larva.
Kesimpulan
Adalia bipunctata merupakan salah satu spesies golongan
serangga Famili Coccilinidae, Ordo Coleoptera. Serangga ini termasuk ke dalam
jenis serangga kumbang atau kepik dan sering ditemukan pada berbagai tanaman. A. bipunctata merupakan predator dari
jenis serangga lain yaitu Aphid. Aphid sendiri merupakan salah satu organisme
pengganggu atau hama pada berbagai tanaman seperti sayur-sayuran dan
buah-buahan. Keberadaan A. bipunctata sebagai
predator dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati dari hama Aphid ini.
Populasi Aphid yang terlalu banyak dan merugikan dapat dikontrol dengan
melakukan penyebaran (introduksi) A.
bipunctata pada suatu area yang terserang. Larva dari A. bipunctata akan mampu
untuk memangsa Aphid sebagai makanannya sehingga populasi Aphid akan menurun
sampai ke titik yang tidak merugikan. Namun, introduksi A. bipunctata ke dalam suatu area yang terserang Aphid harus
mengetahui jumlah hama Aphid yang menyerang sehingga dapat diseimbangkan dengan
jumlah A. bipunctata yang diaplikasikan. Hal ini
bertujuan agar terjadi keseimbangan ekosistem, karena jika terlalu banyak A. bipunctata yang diaplikasikan
memungkinkan terjadi kanibalisme pada populasi A. bipunctata tersebut.
Daftar Pustaka
Agarwala, B.K. dan A.F.G. Dixon. 1992.
Laboratory study of cannibalism and interspecific predation in ladybirds. Ecological Entomology 17:
303-309.
Biobest. 2010. Aphids. http://www.biobest.be/v1/en/plagen/bladluis.htm#.
Tanggal akses 23 September 2010
Countrybrookfarms.
2010. Adalia bipunctata. http://www.countrybrookfarms.com/
Beneficial_Insects.html. Tanggal akses 22 September 2010.
Entomart.
2010. Adalia bipunctata. http://www.entomart.be/nouveaux.html.
Tanggal akses 22 September 2010.
Frechette,
B., C. Alauzet, dan J.L. Hemptinne. 2002. Oviposition Behaviour of The Two-Spot
Ladybird Beetle Adalia bipunctata (L) (Coleoptera: Coccinellidae) on Plants
with Conspecific larval Tracks. 8th International Symposium on Ecology of
Aphidophaga University of the Azores, Ponta Delgada, 1-6 September 2002.
Kindlmann, P. dan A.F.G.
Dixon. 1993. Optimal
foraging in ladybird beetles
(Coleoptera: Coccinellidae) and its consequences for their use in biological
control. European Journal of Entomology
90: 443-450.
Marshall, S. 2000. Lady Beetles of Ontario. http://www.uoguelph.ca/~samarsha/lady-beetles.htm.
Tanggal akses 22 September 2010.
Milne, L., M. Milne. 1980. Field Guide to North American Insects and
Spiders. New York: Knopf.
University
of Michigan Museum of Zoology. 2008. http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/
accounts/information/Adalia_bipunctata.html. Tanggal akses 22
September 2010.
No comments:
Post a Comment